Friday, March 3, 2017

Tips Kandang Burung Puyuh Ideal

Hello Sahabat Bloger...
Sebelumnya admin sudah post tentang Cara Mudah Budidaya Burung Puyuh, nah Kali Ini Admin Post tentang bagaimanasih kandang ideal untuk bahan rupiah untuk kita ini?
Kenyamanan diperlukan agar puyuh dapat beraktifitas dengan tenang tanpa adanya  tekanan kepadatan puyuh yang berakibat terjadinya perebutan kebutuhan hidup seperti pakan dan minum.
Tinggi bangunan sebaiknya tidak kurang dari 5,5 meter. Semakin tinggi bangunan akan semakin baik karena ruang untuk udara tersedia  lebih banyak sehingga ruang didalamnya tidak pengap.
Lebar bangunan tidak lebih dari 7 meter dan kemiringan atap 45 derjat.

Tips Kandang Burung Puyuh IdealTips Kandang Burung Puyuh Ideal

Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam pembuatan kandang meliputi ukuran kandang, tingkat kepadatan, tingkat posisi kandang, bahan pembuat kandang, ketersediaan dan ketermudahan jangkauan pakan, serta ketersediaan alat-alat penunjang untuk memenuhi kebutuhan puyuh dalam kandang.

A. Perhatikan ukuran kandang yang hendak dibuat.

Dalam pembuatan kandang, ukuran kandang harus disesuaikan dengan lahan yang ada. Selain dari segi ketersediaan lahan, pembuatan kandang harus memperhatikan sifat dari burung puyuh.
Puyuh adalah unggas yang memiliki sifat alami  yaitu gemar berlari dan melompat. Ukuran kandang perlu  dipertimbangkan agar  tidak terlalu sempit  dan terlalu luas untuk bagi ruang gerak puyuh .
Dilihat dari ketersediaan lahan dan jumlah puyuh yang akan dipelihara maka kandang puyuh dibedakan menjadi kandang bertingkat.

Pada kandang tidak bertingkat, panjang kandang yang harus dibuat tidak dibatasi, tetapi disesuaikan dengan ketersediaan lahan. sementara lebar kandang  yang disarankan tidak lebih dari 60 cm atau disesuaikan dengan jangkauan tangan agar penanganan saat pembersihan kotoran dan pengambilan telur lebiih mudah. Tinggi kandang maksimal  yang dianjurkan adalah 30cm agar jika puyuh melompat, daya bentur yang terjadi antara puyuh dengan atap kandang tidak terlalu keras. Benturan dapat mengakibatkan luka pada kepala puyuh. Penentuan tinggi kandang ini perlu di perhatikan karena puyuh suka melompat-lompat.

Untuk kandang bertingkat, terdapat dua macam bentuk kandang, yaitu kandang  bertingkat vertikal dan bersusun. Kandang vertikal digunakan pada lahan sempit agar puyuh dapat dipelihara dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kandang tidak bertingkat pada suatu luasan yang sama. Kandang bertingkat vertikal ini  sebaiknya di buat tidak lebih dari empat tingkat. Jika lebih, biasanya tingkat diatasnya akan terabaikan. Semakin tinggi tingkat kandang maka perhatian yang diberikan pada tingkat teratas semakin berkurang. Hal ini terjadi akibat kondisi kandang yang sulit diawasi. Ukuran yang ideal untuk kandang bertingkat vertikal sama dengan kandang tidak bertingkat.

Kandang  bersusun memiliki susunan kandang seperti anak tangga. Panjang kandang yang disarankan disesuaikan dengan ketersediaan lahan, sedangkan lebar kandang 45cm dan tinggi kandang 15 cm. Ukuran lebar dan tinggi kandang bersusun lebih pendek dari kandang bertingkat. Pengurangan ukuran ini dilakukan karena menjorok sehingga kandang diposisi paling atas dapat terjangkau. Jumlah susunan kandang bersusun lebih baik sebanyak tiga susun. Jika lebih, kandang diatas nya susah dijangkau . Pada kandang tersusun terdapat lahan kosong di bagian bawah susunan kandang. Kelebihan kandang bersusun antara lain kematian akibat benturan kepala dengan atap kandang lebih rendah karena tinggi kandangnya hanya 15 cm, sirkulasi udara dalam sangkar lebih  bagus, dan mudah   melakukan kontrol atau seleksi kesehatan agar puyuh mendekati masa afkir.

Bangunan yang dibuat harus memberikan keteduhan pada kandang yang ada didalamnya. Kandang merupakan tempat tinggal dan beraktifitas bagi puyuh. Seberapa jauh puyuh akan ''kerasan'' menikmati hidup  tergantung dari kenyamanan tempat tinggalnya.

B. Perhatikan Kepadatan puyuh dalam ruangan kandang

Kepadatan yang ideal untuk kandang bertingkat adalah 250 cm/ekor puyuh. Sementara kepadatan yang disarankan untuk kandang bersusun adalah 200cm/ekor puyuh. Jika luasan yang diberikan untuk tiap ekor puyuh lebih sempit dari yang dianjurkan, mengakibatkan puyuh tidak leluasa bergerak. Ketidak aktivan puyuh akibat tidak leluasanya tempat untuk bergerak menyebabkan puyuh mudah menyebabkan penyakit.

 Luasan yang lebih besar menyebabkan puyuh lebih leluasa untuk berlari-lari. Jika ruangan terlalu luas maka cadangan lemak dan protein didalam tubuh akan banayak dikeluarkan dalam bentuk energi untuk beraktifitas. kehi;angan protein dari dalam tubuh akan menyebabkan produktivitas menurun.

C. Posisi bangunan kandang

Bangunan hendaknya dibangun membujur timur-barat. Hal ini dilakukan untuk menghindari sinar matahari secara langsung pada saat terik dapat menyebabkan dehidrasi dan stres pada puyuh. Oleh karena itu, lingkungan disekitar kandang perlu ditanami pepohonan untuk memberikan keteduhan. Fungsi lain dari adanya pepohonan ini adalah mengurangi kecepatan angin yang menerobos kedalam bangunan.
Demikian Postingan Kita Kali ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu pembaca, untuk kritik dan saran yang membangun dapat mengisi komentar atau langsung ke menu Contact Us

Tuesday, February 28, 2017

Memberikan Vaksin Untuk Burung Puyuh

Salah satu kendala dan ancaman dalam usaha ternak adalah penyakit yang mengancam, hal ini juga terjadi pada ternak burung puyuh, ternak-ternak lain dari jenis unggas atau bukan unggas selalu saja dihadapkan pada masalah yang sama yaitu ancaman Penyakit. Apa saja sih penyakit yang kemungkinan besar dapat menyerang ternak burung puyuh kita?!
Lantas Bagaimana sih cara mengatasi penyakit-penyakit tersebut?!

cara memberikan vaksin untuk burung puyuh

Kali ini Admin Akan Membahas cara memberikan vaksin pada burung puyuh. langsuk saja kita simak.

A. Jenis Penyakit dan Terapi yang diberikan


1. Penyakit Cacing
Ternyata, penyakit cacing atau cacingan ini tak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada burung. Penyakit cacing pada burung akan terlihat dari tanda-tanda berupa perubahan bentuk badan burung yang berangsur-angsur menjadi kurus dan kering. Penyakit cacang pada burung ini bisa disembuhkan dengan cara pemberian obat cacing pada minuman burung.

Pemberian obat cacing pada burung ini harus sinkron dengan ketentuan atau mengikuti peraturan yang diberikan oleh pabriknya. Jangan sampai pemberian obat ini over takaran sebab nantinya  bukannya sembuh, justru malah langsung mati. Beberapa jenis penyakit cacing yang sering diderita burung, di antaranya cacing pita, cacing rambut, dan cacing usus buntu. Cacing-cacing tersebut sebagai benalu dalam tubuh burung sehingga sangat membahayakan.


2. Penyakit Tetelo atau New Castle Disease (NCD)
Anda bisa memastikan bahwa burung puyuh terkena penyakit ini ketika melihat beberapa gejala, seperti burung kelihatan indolen dan seperti mengantuk secara terus menerus. Lalu, kepalanya selalu menunduk dan ada juga yang selalu menghadapkan kepalanya ke atas, serta kadang-kadang burung memutar lehernya. Gejala lainnya bisa dilihat dari nafasnya yang sesak serta seringnya burung membuka paruh seperti kepanasan.

Penyembuhan penyakit tetelo ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pil atau kapsul antitetelo. Pil atau kapsul-kapsul ini sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik obat-obatan khsusu buat ternak. Tidak hanya oleh pabrik, obat-obat ini juga banyak diracik oleh peternak-peternak yang sudah besar. Pil atau kapsul-kapsul ini sebenarnya hanya mengurangi penderitaan si burung, sebab hingga saat ini, obat yang benar-benar mampu menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan.


3. Penyakit Pilek dan Snot
Jika Anda mendapati burung-burung ternak sering bersin, air matanya selalu mengucur, lesu, kurus, bisa jadi burung ternak Anda sedang terserang penyakit pilek dan snot. Penyakit ini biasanya terjadi karena burung kekurangan vitamin A.

Untuk itu, pemberian vitamin A yang mencukupi mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Setelah mengonsumsi vitamin A yang mencukupi, biasanya burung-burung akan kembali sehat sepertisedia kala.


4. Penyakit Mencret Merah
Penyakit mencret merah pada burung ditandai dengan gejala seperti burung menjadi sering duduk dengan kepalanya agak ditarik ke dalam. Sayapnya akan terkulai dan mencuat ke bawah seakan-akan tergantung. Bulunya kusut. 
Untuk mengobati penyakit tersebut, Anda dapat memberikan minuman dari campuran sulfa atau dapat juga dari campuran trisulfa atau sulfa nezatine .


5. Penyakit Cacar
Penyakit cacar pada burung ditandai dengan gejala-gejala seperti bagian muka burung yang ditumbuhi bintik-bintik kecil. Kadang, bintik-bintik itu merupakan sebuah kurap, namun kurap tersebut seperti bersambungan dan menempel pada kulit atau ada juga yang menempel pada bulu.

Lalu, gejala lainnya ialah mulut burung sering mengeluarkan lendir yang berbau sehingga mengganggu pernapasannya sendiri. Untuk penyembuhan penyakit ini, setidaknya terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

Pertama dapat dengan vaksinasi. Vaksin dapat dicoretkan pada ketiak burung yang sakit tadi. Cara kedua ialah dengan memberikan obat-obatan cacar yang banyak dijual di apotek. Campurkan obat-obat cacar tadi dengan minuman buat burung.

Terakhir, dapat juga dilakukan dengan cara memberikan salep buat penyakit kulit. Salep ini, selain baik buat mengobati cacar, juga sangat baik buat menumbuhkan bulu-bulu yang sudah gundul. Jika perawatan dilakukan secara berkala, biasanya dalam waktu 2 minggu, burung-burung tadi akan kembali sehat.


6. Penyakit Kolera
Penyakit kolera pada burung puyuh ditandai dengan gejala-gejala seperti kotoran encer dengan warna agak kekuning-kuningan, coklat, dan hijau. Selain itu, burung ini biasanya menjadi lesu banyak menundukkan kepala. Nafsu makannya berkurang secara drastis, tetapi minumnya menjadi sangat banyak.

Penyembuhan bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang menyembuhkan kolera pada ayam. Obat-obatan ini sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik dan banyak dijual di berbagai toko atau perlengkapan peternakan. Anda dapat memberikan obat-obat tersebut kepada burung, namun dengan mengurangi kadar kekerasannya.


7. Penyakit Radang Cabang Tenggorokan
Penyakit radang cabang tenggorokan bisa diidentifikasi melalui gejala-gejala yang ditunjukan. Salah satu gejala yang paling mudah diamati adalah pernapasan burung seakan lebih pendek sehingga terlihat terengah-engah. Biasanya, akan terlihat adanya kerak nanah ysng berbau busuk yang menutupi lubang hidung.

Penyembuhan penyakit ini bisa dilakukan dengan memberikan vaksin CRD namun hanya untuk burung yang belum terinfeksi terlalu parah. Burung yang sudah terinfeksi parah biasanya hanya tinggal menunggu kematian sebab sampai saat ini belum di temukan obat yang mempu menyembuhkan penyakit ini secara total.

B. Vaksinasi Untuk Burung Puyuh

Saat ini, telah banyak ragam vaksin yang dibuat oleh pabrik obat-obatan untuk hewan ternak. Sebagian besar pembuat vaksin tersebut mengimpor bahan vaksin ini dari luar negeri, untuk kemudian diramu di dalam negeri. Sampai saat ini, beberapa vaksin yang telah sukses dibuat di dalam negeri, antara lain vaksin NCD dan NRD yang dipergunakan sebagai vaksin untuk penyakit cacar dan kolera.
cara memberikan vaksin untuk burung puyuh

Seperti halnya obat-obatan untuk manusia, obat-obatan untuk hewan ini pun memiliki batas waktu eksklusif dalam penggunaannya. Jangan sampai obat-obatan yang telah kadaluwarsa masih diberikan pada hewan atau ternak yang sakit. Pemberian obat-obatan kadaluwarsa ini bukannya akan menyembuhkan, tetapi justru akan membunuh hewan ternak.

Penggunaan vaksin ini dibagi ke dalam beberapa cara.
  1. Vaksinasi dilakukan dengan cara melakukan suntikan. Pemberian vaksin pada burung ini sebaiknya sudah dilakukan ketika burung masih berusia satu hari. Pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan secara berjangka, yakni antara 3 sampai 4 bulan sekali.
     
  2. Vaksinasi bisa dilakukan dengan cara meneteskan pada matanya atau pada lubang hidungnya. Takaran vaksin buat 100 anak ayam sama ukurannya dengan takaran buat 200 burung in. Untuk keperluan itu, diperlukan pula 5 ml air sebagai bahan campuran vaksin. Pemberian vaksin dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama dan di lakukanoleh yang berpengalaman.
     
  3. Vaksinasi dilakukan dengan cara menyampurkan vaksin tersebut pada minuman burung. Cara ini dianggap yang paling praktis sebab Anda bisa melakukan sekali vaksin pada ratusan hingga ribuan burung.

Cara melakukan vaksinasi yang terakhir ini ialah sebagai berikut.
  1. Vaksin 1 ampul buat 50 ayam dilarutkan dalam 2 liter air, diberikan kepada 100 puyuh.
  2. Vaksin 1 ampul buat 100 ayam dilarutkan dalam 4 liter air, diberikan pada 200 ekor.
  3. Vaksin 1 ampul buat 500 ayam dilarutkan dalam 20 liter air, diberikan pada 1000 ekor.

Inilah Jenis Bibit Burung Puyuh Unggul

Ada beberapa jenis puyuh di antaranya ada yang berwarna bulu indah, tidak kalah menariknya dengan burung hias yang banyak dipelihara orang, tetapi sayang produksi telurnya rendah. Sehingga bagi yang berminat untuk menikmati keindahan warna bulu dan suaranya, puyuh seperti itu sangat tepat. Sedang bagi peternak yang ingin memanfaatkan telur atau dagingnya biasanya akan memillih jenis puyuh seperti Coturnix-cortunix japonica. Di antara jenis-jenis puyuh tersebut adalah:

1. Coturnix-cortunix japonica

Puyuh jenis ini dapat menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir/ekor/tahun. Kelebihan lainnya adalah suaranya yang cukup keras dan agak berirama, karena itu dulu unggas ini dipelihara sebagai song bird (burung kelangenan). Hidupnya sering berpindah-pindah tempat.. Kemampuannya yang dapat menghasilkan 3-4 generasi pertahun, membuat unggas ini menarik perhatian sebagai ternak percobaan dalam penelitian. Telurnya berwarna cokelat tua, biru, putih dengan bintik-bintik hitam, cokelat, dan biru.
jenis bibit burung puyuh unggul

2. Coturnix chinensis (Blue brested Quail)

Betubuh sangat mungil, panjangnya hanya 15 cm. Biasa dijumpai di padang rumput terbuka, sawah yang baru dipanen, semak alang-alang, dan tanah pertanian yang belum ditanami. Hidupnya dalam kelompok-kelompok kecil. Hidupnya di areal dataran rendah. Makanannya berupa biji-bijian kecil dan serangga. Telurnya berwarna kuning tua mengkilap dan bertotol-totol hitam.
jenis bibit burung puyuh unggul

3. Rollulus roulroul (Puyuh Mahkota)

Badannya bulat dengan panjang mencapai 25 cm. Puyuh ini bentuknya paling indah jika dibandingkan dengan puyuh lain, sehingga dapat dipelihara sebagai burung hias. Hidupnya di hutan-hutan dan hanya terdapat di daerah seperti Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Thailand. Unggas ini dapat hidup pada ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut.
jenis bibit burung puyuh unggul

4. Callipepla squamata (Scaled quail)

Unggas ini termasuk berukuran besar, panjangnya mencapai 25-30 cm. Bermukim di Amerika Utara (sebelah barat Amerika dan Meksiko). Hidupnya di padang rumput, di daerah kering dan semi kering. Selama musim bertelur unggas ini senang hidup menyendiri, tetapi pada musim gugur dan musim dingin mereka berkumpul dalam kelompok besar. Puyuh ini bisa bertelur sebanyak 9-16 butir pada musim bertelur. Pakannya terdiri dari 30 % serangga, biji-bijian, dan beberapa jenis sayur-sayuran.
Puyuh jantan dan betina warna bulunya sama cantiknya, yaitu cokelat keabu-abuan dengan ornamen abu-abu dan putih yang menghiasi bagian depan tubuhnya, menyerupai sisik ikan. Oleh karena itu puyuh ini dinamakan scaled quail. Karena bentuknya yang lucu dengan komposisi bulu yang unik, unggas ini cocok untuk burung hias.
jenis bibit burung puyuh ungul

5. Lophortix gambelli (Gambels Quail)

Puyuh ini mempunyai tubuh yang gemuk pendek, tetapi mempunyai kaki yang kuat. Panjang badannya 25-28 cm. Hidup di daerah tandus yang bersemak-semak dan hanya terdapat di Amerika Utara. Makanannya berupa biji-bijian, pucuk daun, buah-buahan, serta sejumlah kecil serangga. Bertelur sebanyak 9-14 butir dan telur tersebut dierami selama 21-24 hari di dalam sarang yang dibuat di permukaan tanah lembab yang ditumbuhi rumput dan sejenis tumbuhan berdaun harum yang sering digunakan untuk bumbu masak.
jenis bibit burung puyuh ungul

Ciri bagian paling atas puyuh jantan adalah adanya warna cokelat dengan variasi garis-garis putih. Dadanya berwarna kuning tua diselingi garis lebar berwarna hitam sedangkan di bagian sisi depan tubuhnya berwarna kemerah-merahan. Ciri khasnya yaitu di bagian depan kepalanya terdapat bulu panjang yang meyerupai jambulnya mayorette, sehingga kalau berjalan jambulnya akan bergoyang-goyang. Dibanding jenis puyuh lainnya, jenis ini tampak paling unik dan lucu, sehingga cocok dipelihara sebagai burung hias.