Tuesday, February 28, 2017

Memberikan Vaksin Untuk Burung Puyuh

Salah satu kendala dan ancaman dalam usaha ternak adalah penyakit yang mengancam, hal ini juga terjadi pada ternak burung puyuh, ternak-ternak lain dari jenis unggas atau bukan unggas selalu saja dihadapkan pada masalah yang sama yaitu ancaman Penyakit. Apa saja sih penyakit yang kemungkinan besar dapat menyerang ternak burung puyuh kita?!
Lantas Bagaimana sih cara mengatasi penyakit-penyakit tersebut?!

cara memberikan vaksin untuk burung puyuh

Kali ini Admin Akan Membahas cara memberikan vaksin pada burung puyuh. langsuk saja kita simak.

A. Jenis Penyakit dan Terapi yang diberikan


1. Penyakit Cacing
Ternyata, penyakit cacing atau cacingan ini tak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada burung. Penyakit cacing pada burung akan terlihat dari tanda-tanda berupa perubahan bentuk badan burung yang berangsur-angsur menjadi kurus dan kering. Penyakit cacang pada burung ini bisa disembuhkan dengan cara pemberian obat cacing pada minuman burung.

Pemberian obat cacing pada burung ini harus sinkron dengan ketentuan atau mengikuti peraturan yang diberikan oleh pabriknya. Jangan sampai pemberian obat ini over takaran sebab nantinya  bukannya sembuh, justru malah langsung mati. Beberapa jenis penyakit cacing yang sering diderita burung, di antaranya cacing pita, cacing rambut, dan cacing usus buntu. Cacing-cacing tersebut sebagai benalu dalam tubuh burung sehingga sangat membahayakan.


2. Penyakit Tetelo atau New Castle Disease (NCD)
Anda bisa memastikan bahwa burung puyuh terkena penyakit ini ketika melihat beberapa gejala, seperti burung kelihatan indolen dan seperti mengantuk secara terus menerus. Lalu, kepalanya selalu menunduk dan ada juga yang selalu menghadapkan kepalanya ke atas, serta kadang-kadang burung memutar lehernya. Gejala lainnya bisa dilihat dari nafasnya yang sesak serta seringnya burung membuka paruh seperti kepanasan.

Penyembuhan penyakit tetelo ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pil atau kapsul antitetelo. Pil atau kapsul-kapsul ini sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik obat-obatan khsusu buat ternak. Tidak hanya oleh pabrik, obat-obat ini juga banyak diracik oleh peternak-peternak yang sudah besar. Pil atau kapsul-kapsul ini sebenarnya hanya mengurangi penderitaan si burung, sebab hingga saat ini, obat yang benar-benar mampu menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan.


3. Penyakit Pilek dan Snot
Jika Anda mendapati burung-burung ternak sering bersin, air matanya selalu mengucur, lesu, kurus, bisa jadi burung ternak Anda sedang terserang penyakit pilek dan snot. Penyakit ini biasanya terjadi karena burung kekurangan vitamin A.

Untuk itu, pemberian vitamin A yang mencukupi mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Setelah mengonsumsi vitamin A yang mencukupi, biasanya burung-burung akan kembali sehat sepertisedia kala.


4. Penyakit Mencret Merah
Penyakit mencret merah pada burung ditandai dengan gejala seperti burung menjadi sering duduk dengan kepalanya agak ditarik ke dalam. Sayapnya akan terkulai dan mencuat ke bawah seakan-akan tergantung. Bulunya kusut. 
Untuk mengobati penyakit tersebut, Anda dapat memberikan minuman dari campuran sulfa atau dapat juga dari campuran trisulfa atau sulfa nezatine .


5. Penyakit Cacar
Penyakit cacar pada burung ditandai dengan gejala-gejala seperti bagian muka burung yang ditumbuhi bintik-bintik kecil. Kadang, bintik-bintik itu merupakan sebuah kurap, namun kurap tersebut seperti bersambungan dan menempel pada kulit atau ada juga yang menempel pada bulu.

Lalu, gejala lainnya ialah mulut burung sering mengeluarkan lendir yang berbau sehingga mengganggu pernapasannya sendiri. Untuk penyembuhan penyakit ini, setidaknya terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

Pertama dapat dengan vaksinasi. Vaksin dapat dicoretkan pada ketiak burung yang sakit tadi. Cara kedua ialah dengan memberikan obat-obatan cacar yang banyak dijual di apotek. Campurkan obat-obat cacar tadi dengan minuman buat burung.

Terakhir, dapat juga dilakukan dengan cara memberikan salep buat penyakit kulit. Salep ini, selain baik buat mengobati cacar, juga sangat baik buat menumbuhkan bulu-bulu yang sudah gundul. Jika perawatan dilakukan secara berkala, biasanya dalam waktu 2 minggu, burung-burung tadi akan kembali sehat.


6. Penyakit Kolera
Penyakit kolera pada burung puyuh ditandai dengan gejala-gejala seperti kotoran encer dengan warna agak kekuning-kuningan, coklat, dan hijau. Selain itu, burung ini biasanya menjadi lesu banyak menundukkan kepala. Nafsu makannya berkurang secara drastis, tetapi minumnya menjadi sangat banyak.

Penyembuhan bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang menyembuhkan kolera pada ayam. Obat-obatan ini sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik dan banyak dijual di berbagai toko atau perlengkapan peternakan. Anda dapat memberikan obat-obat tersebut kepada burung, namun dengan mengurangi kadar kekerasannya.


7. Penyakit Radang Cabang Tenggorokan
Penyakit radang cabang tenggorokan bisa diidentifikasi melalui gejala-gejala yang ditunjukan. Salah satu gejala yang paling mudah diamati adalah pernapasan burung seakan lebih pendek sehingga terlihat terengah-engah. Biasanya, akan terlihat adanya kerak nanah ysng berbau busuk yang menutupi lubang hidung.

Penyembuhan penyakit ini bisa dilakukan dengan memberikan vaksin CRD namun hanya untuk burung yang belum terinfeksi terlalu parah. Burung yang sudah terinfeksi parah biasanya hanya tinggal menunggu kematian sebab sampai saat ini belum di temukan obat yang mempu menyembuhkan penyakit ini secara total.

B. Vaksinasi Untuk Burung Puyuh

Saat ini, telah banyak ragam vaksin yang dibuat oleh pabrik obat-obatan untuk hewan ternak. Sebagian besar pembuat vaksin tersebut mengimpor bahan vaksin ini dari luar negeri, untuk kemudian diramu di dalam negeri. Sampai saat ini, beberapa vaksin yang telah sukses dibuat di dalam negeri, antara lain vaksin NCD dan NRD yang dipergunakan sebagai vaksin untuk penyakit cacar dan kolera.
cara memberikan vaksin untuk burung puyuh

Seperti halnya obat-obatan untuk manusia, obat-obatan untuk hewan ini pun memiliki batas waktu eksklusif dalam penggunaannya. Jangan sampai obat-obatan yang telah kadaluwarsa masih diberikan pada hewan atau ternak yang sakit. Pemberian obat-obatan kadaluwarsa ini bukannya akan menyembuhkan, tetapi justru akan membunuh hewan ternak.

Penggunaan vaksin ini dibagi ke dalam beberapa cara.
  1. Vaksinasi dilakukan dengan cara melakukan suntikan. Pemberian vaksin pada burung ini sebaiknya sudah dilakukan ketika burung masih berusia satu hari. Pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan secara berjangka, yakni antara 3 sampai 4 bulan sekali.
     
  2. Vaksinasi bisa dilakukan dengan cara meneteskan pada matanya atau pada lubang hidungnya. Takaran vaksin buat 100 anak ayam sama ukurannya dengan takaran buat 200 burung in. Untuk keperluan itu, diperlukan pula 5 ml air sebagai bahan campuran vaksin. Pemberian vaksin dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama dan di lakukanoleh yang berpengalaman.
     
  3. Vaksinasi dilakukan dengan cara menyampurkan vaksin tersebut pada minuman burung. Cara ini dianggap yang paling praktis sebab Anda bisa melakukan sekali vaksin pada ratusan hingga ribuan burung.

Cara melakukan vaksinasi yang terakhir ini ialah sebagai berikut.
  1. Vaksin 1 ampul buat 50 ayam dilarutkan dalam 2 liter air, diberikan kepada 100 puyuh.
  2. Vaksin 1 ampul buat 100 ayam dilarutkan dalam 4 liter air, diberikan pada 200 ekor.
  3. Vaksin 1 ampul buat 500 ayam dilarutkan dalam 20 liter air, diberikan pada 1000 ekor.

No comments:

Post a Comment