Pada dasarnya yang namanya burung puyuh petelur pasti akan bertelur jika sel kelamin betina sudah siap untuk menghasilkan telur. Secara aliamiah burung puyuh tidak ada bedanya dengan ungags – unggas lain, ia akan bertelur jika melakukan perkawinan. Namun seiring berkambangnya zaman dan didukung oleh riset yang saya juga nda tau siapa yang melakukan riset itu. Burng Puyuh yang saat ini diternak dapat menghasilkan telur tanpa harus kawin. Jika kebutuhan nutrisinya tercukupi seekor burung puyuh remaja bisa mulai bertelur diusia 45 s/d 60 hari. Dengan catatan semua persyaratan pemeliharaan dan menejmen kandang sudah dijalani dengan baik.
Permasalahan standar pada ternak puyuh adalah masalah pakan, Semakin hari pakan jadi buatan pabrik harganya semakin ga karuan. Hal tersebutlah yang membuat sebagian peternak putar otak dan terus berkutat mencari solusi bagai mana caranya menekan harga pakan. Karna memang pada usaha peternakan khususnya puyuh hampir 70% biaya produksi dikeluarkan untuk membeli pakan, sisanya untuk obat – obatan, listrik, gaji karyawan DLL.
Sebenarnya burung puyuh sendiri ndak tau lho makanan mereka ternuat dari bahan apa saja, dan mereka juga ndak pernah mau tau berapa harga pakannya. Bahkan jika anda memberi dedek/katul tanpa campuran apapun tak jamin pasti dimakan oleh pada puyuh. Yang namanya puyuh ya taunya makan, minum, ngising, dan jika kebutuhan nutrisnya terpenuhi baru dia bisa ngendok/bertelur.
Dari beberapa artikel yang sudah saya baca dan saya peraktekkan langsung memang ternyata ada setandar kebutuhan nutrisi pada pakan supaya sekor puyuh betina dapat memproduksi telur tanpa harus melakukan perkawinan. Di bawah ini saya tuliskan persyaratan mutu dan kandungan nutrisi yang dibutuhkan puyuh supaya mampu memproduksi telur.
Permasalahan standar pada ternak puyuh adalah masalah pakan, Semakin hari pakan jadi buatan pabrik harganya semakin ga karuan. Hal tersebutlah yang membuat sebagian peternak putar otak dan terus berkutat mencari solusi bagai mana caranya menekan harga pakan. Karna memang pada usaha peternakan khususnya puyuh hampir 70% biaya produksi dikeluarkan untuk membeli pakan, sisanya untuk obat – obatan, listrik, gaji karyawan DLL.
Sebenarnya burung puyuh sendiri ndak tau lho makanan mereka ternuat dari bahan apa saja, dan mereka juga ndak pernah mau tau berapa harga pakannya. Bahkan jika anda memberi dedek/katul tanpa campuran apapun tak jamin pasti dimakan oleh pada puyuh. Yang namanya puyuh ya taunya makan, minum, ngising, dan jika kebutuhan nutrisnya terpenuhi baru dia bisa ngendok/bertelur.
Dari beberapa artikel yang sudah saya baca dan saya peraktekkan langsung memang ternyata ada setandar kebutuhan nutrisi pada pakan supaya sekor puyuh betina dapat memproduksi telur tanpa harus melakukan perkawinan. Di bawah ini saya tuliskan persyaratan mutu dan kandungan nutrisi yang dibutuhkan puyuh supaya mampu memproduksi telur.
Kandungan nutrisi yang dibutuhkan adalah
Protein kasar 17 – 22 %
Lemak kasar 6,6 – 7 %
Serat kasar 6,7 – 7 %
Abu 8,7 – 13 %
Kalsium 2,3 – 3,3 %
Fosfor 0,4 – 1,8 %
Energy metabolis 2700 – 3895 KKal/Kg
Lisin min 0,9 %
Kadar air maks 14 %
Sebenarnya jika populasi sudah lebih dari 1000 ekor ada baiknya untuk melakukan self mixing untuk menekan harga pakan/biaya produksi. Bahkan jika populasi sudah lebih dari 2000 ekor sangat dianjurkan untuk melkukan self mixing.
Protein kasar 17 – 22 %
Lemak kasar 6,6 – 7 %
Serat kasar 6,7 – 7 %
Abu 8,7 – 13 %
Kalsium 2,3 – 3,3 %
Fosfor 0,4 – 1,8 %
Energy metabolis 2700 – 3895 KKal/Kg
Lisin min 0,9 %
Kadar air maks 14 %
Sebenarnya jika populasi sudah lebih dari 1000 ekor ada baiknya untuk melakukan self mixing untuk menekan harga pakan/biaya produksi. Bahkan jika populasi sudah lebih dari 2000 ekor sangat dianjurkan untuk melkukan self mixing.
Terkadang banyak ketidak tahuan dan keterbatasan untuk melakukan self mixing. Malah tidak menutup kemungkinan demi menurunkan harga pakan dan menekan biaya produksi pencampuran bahan termurah lebih di prioritaskan ketimbang bahan utama. Pencampuran bahan baku pakan dengan takaran/formula yg asal –asalan, keliru, tanpa didasari perhitungan yang tepat, atau dengan rumus DIKIRA-KIRA tidak menutup kemungkinan malah membuat hasil produksi menjadi tidak maksimal, bahkan menjadi drop. Malah terkadang efek tidak baiknya turut dirasakan oleh si burung puyuhnya.
Kepada para peternak Jika ingin melakukan self mixing saya sarankan melakukan cek pasar terlebih dahulu untuk ketersedian bahan baku dan harga. Untuk kebutuhan nutrisi yang sudah saya tulis di bawah ini akan saya tuliskan bahan apa saja yg di butuhkan,
Formula 1.
untuk takaran 100 Kg pakan :
Bahan : Jagung menir 50 Kg, Ketul 10 Kg, Konsentrat itik petelur 25 Kg, Konsentrat ayam pedaging 14 Kg, Premix/Top-mix 1Kg
Kandungan nutrisi : PK max 18,3%, ME 3130KKal, Abu Min 2,7%, serat kasar 3,7%, Ca min 3,3%, P min 0,7%, air max 13%, LK max 4,6%, Lysn max 0,4%, Met min 0,2
Formula 2.
Formula ini di khususkan untuk daerah yang agak kesulitan mendapatkan bahan baku untuk membuat self mixing, dan hanya ada pakan jadi didaerah tersebut
Untuk takarn 100 Kg pakan :
Bahan : Pakan jadi pabrikan ayam petelur 80 Kg, Pakan jadi ayam pedaging fase stater 19 Kg, Premix/Top-mix 1 Kg.
Kandungan nutrisi : PK max 18,5%, ME 2725KKal, Abu Min 10%, serat kasar 5,9%, Ca min 3,1%, P min 0,7%, air max 12%, LK max 4,6%, Lysn max 0,9%, Met min 0,9
Formula 3.
untuk formula ke 3 ini masih dalam tahap pengujian di kandang kami sendiri. Kenapa saya melakukan mixing dengan bahan – bahan yang saya tulis di bawah, karna harga jagung disini per 14 Agustus 2014 mencapai Rp 4,200/Kg. Pengujian di lakukan pada puyuh layer berusia 90 hari dengan jumlah 100 ekor. sudah dilakukan selama +/- 2 bulan sebelum saya tulis artikel ini. Jadi umur puyuhnya saat ini +/- 5 bulan. Dengan Hasil telur perhari paling sedikit 87 dan paling banyak 92, dengan bobot rata -rata 91 s/d 96 butir per Kg. InsyaAllah jika tidak ada halangan dlm waktu dekat ini saya akan lakukan uji proksimat di lab Cikole – Bandung…
ini adalah bahan-bahan yg saya pakai untuk pembuatan 100 Kg.
Nasi Aking 30 Kg, Jagung menir 27 Kg, Katul 10 K, Bungkil kedele 15 Kg, Tepung ikan Prot 60% 15 Kg, Mineral (jika ada gunakan tepung tulang) 3 Kg.
setelah di lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus trial and eror hasil kandungan nutrisi yang didapat adalah PK max 21,6%, ME 3120KKal, Abu Min 5,4%, serat kasar min2,5%, Ca min 2,6%, P min 0,7%, air max 12%, LK max 4,2%, Lysn max 1,3%, Met min 0,9%.
formula ke 4.
Nah, yg ini spesial buat daerah yang agak kesulitan mendapat bahan untuk membuat self mixing. Misal, disatu daerah hanya terdapat pakan – pakan jadi pabrikan untuk unggas.
Saran dari saya untuk pencampuran agar dapat dijadikan pakan puyuh fase layer sampai dengan afkir adalah :
1 sak/50kg pakan jadi pabrikan ayam petelur, di mix dengan 4 kg pakan ayam pedaging fase stater. Kenapa harus di mix dengan pakan ayam pedaging fase layer. Alasan singkatnya adalah untuk menurunkan kandungan Ca (Calsium) yg ada pada pakan ayam petelur tersebut.
Kepada para peternak Jika ingin melakukan self mixing saya sarankan melakukan cek pasar terlebih dahulu untuk ketersedian bahan baku dan harga. Untuk kebutuhan nutrisi yang sudah saya tulis di bawah ini akan saya tuliskan bahan apa saja yg di butuhkan,
Formula 1.
untuk takaran 100 Kg pakan :
Bahan : Jagung menir 50 Kg, Ketul 10 Kg, Konsentrat itik petelur 25 Kg, Konsentrat ayam pedaging 14 Kg, Premix/Top-mix 1Kg
Kandungan nutrisi : PK max 18,3%, ME 3130KKal, Abu Min 2,7%, serat kasar 3,7%, Ca min 3,3%, P min 0,7%, air max 13%, LK max 4,6%, Lysn max 0,4%, Met min 0,2
Formula 2.
Formula ini di khususkan untuk daerah yang agak kesulitan mendapatkan bahan baku untuk membuat self mixing, dan hanya ada pakan jadi didaerah tersebut
Untuk takarn 100 Kg pakan :
Bahan : Pakan jadi pabrikan ayam petelur 80 Kg, Pakan jadi ayam pedaging fase stater 19 Kg, Premix/Top-mix 1 Kg.
Kandungan nutrisi : PK max 18,5%, ME 2725KKal, Abu Min 10%, serat kasar 5,9%, Ca min 3,1%, P min 0,7%, air max 12%, LK max 4,6%, Lysn max 0,9%, Met min 0,9
Formula 3.
untuk formula ke 3 ini masih dalam tahap pengujian di kandang kami sendiri. Kenapa saya melakukan mixing dengan bahan – bahan yang saya tulis di bawah, karna harga jagung disini per 14 Agustus 2014 mencapai Rp 4,200/Kg. Pengujian di lakukan pada puyuh layer berusia 90 hari dengan jumlah 100 ekor. sudah dilakukan selama +/- 2 bulan sebelum saya tulis artikel ini. Jadi umur puyuhnya saat ini +/- 5 bulan. Dengan Hasil telur perhari paling sedikit 87 dan paling banyak 92, dengan bobot rata -rata 91 s/d 96 butir per Kg. InsyaAllah jika tidak ada halangan dlm waktu dekat ini saya akan lakukan uji proksimat di lab Cikole – Bandung…
ini adalah bahan-bahan yg saya pakai untuk pembuatan 100 Kg.
Nasi Aking 30 Kg, Jagung menir 27 Kg, Katul 10 K, Bungkil kedele 15 Kg, Tepung ikan Prot 60% 15 Kg, Mineral (jika ada gunakan tepung tulang) 3 Kg.
setelah di lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus trial and eror hasil kandungan nutrisi yang didapat adalah PK max 21,6%, ME 3120KKal, Abu Min 5,4%, serat kasar min2,5%, Ca min 2,6%, P min 0,7%, air max 12%, LK max 4,2%, Lysn max 1,3%, Met min 0,9%.
formula ke 4.
Nah, yg ini spesial buat daerah yang agak kesulitan mendapat bahan untuk membuat self mixing. Misal, disatu daerah hanya terdapat pakan – pakan jadi pabrikan untuk unggas.
Saran dari saya untuk pencampuran agar dapat dijadikan pakan puyuh fase layer sampai dengan afkir adalah :
1 sak/50kg pakan jadi pabrikan ayam petelur, di mix dengan 4 kg pakan ayam pedaging fase stater. Kenapa harus di mix dengan pakan ayam pedaging fase layer. Alasan singkatnya adalah untuk menurunkan kandungan Ca (Calsium) yg ada pada pakan ayam petelur tersebut.
1 sak/50kg pakan jadi pabrikan ayam pedaging fase stater di mix dengan 2 s/d 3kg mineral. Lihat lebel pakannya sebelum mencampur, perhatikan pada bagian Ca (Calsium) !!!

No comments:
Post a Comment